Selamat Tahun Baru..
Aku mencoba membuat kisah2 belajar dari alam. Learning from Nature. Dan ini serial pertama yang aku tuliskan, semoga berkenan dan bermanfaat.
Hari Sabtu ini seperti biasa aku pergi untuk memotret burung, kegemaran ini sudah menjadi santapan di hari-hari liburku, dan tempat yang biasa aku kunjungi adalah Botanical Garden dan juga Chinese Garden, karena kedua tempat ini di Singapore menjadi tempat pilihan bagi para burung-burung yang melakukan migrasi. Beraneka macam burung bisa ditemukan dan aku memang sudah cukup mengenal 2 area ini, sehingga bisa dibilang rumahku saat aku di Singapore.
Pagi hari aku sudah membeli roti tawar yang akan aku berikan kepada burung2 kecil jenis Sparrow yang mana mereka cukup dekat dengan manusia serta juga untuk ikan-ikan di kolam yang ada di Botanical Garden, Roti tawar aku beli seharga 2 dollar ada sekitar 15 potong, perjalanan menggunakan MRT (Kereta) memakan waktu kurang lebih 40 menit dari tempat menetapku. Sesampai disana aku mulai dengan kegiatan mencari burung2, terutama si kecil common kingfisher dan juga stork-billed kingfisher, serta burung-burung lainnya yang belum pernah aku temui, dan pagi ini pun aku menemukan si yellow bittern, mengumpat di celah2 pohon mengamati ikan-ikan.
Kemudian aku mulai dengan mengeluarkan roti tawar dan memberikan ikan-ikan makan, serta juga remah-remah dari roti ini membuat burung-burung kecil sparrow berdatangan dan membuatku bermain dengan mereka, duduk di pinggiran danau aku berikan remah-remah roti ini dan burung2 kecil ini bergerumul mendekati tanganku, ada rasa cemas dari mereka mendekati tapi karena terbiasa mereka berani mendekati tanganku untuk mengambil remahan roti2 ini.



Kurang lebih 3 jam menunggu si Kingfisher ternyata dia belum menampakan dirinya, dan aku duduk menunggu burung lain, dan sang elang pun datang mengitari danau dan seakan mentargetkan sesuatu, tapi tidak sampai mendarat mencekengkeram ikan, dan aku pun mulai mengahlikan perhatianku untuk sementara kepada ikan-ikan yang bergerumul makan roti2, dan aku melihat juga ada beberapa kura-kura yang ikut mencoba untuk mengambil roti2 yang aku sebarkan.
Tetapi kura-kura itu selalu kalah cepat, karena kalah gesit dengan ikan2 yang besar dan kecil, sehingga mereka selalu kalah. Perhatianku malah tertuju kepada si kura-kura ini, karena walau mereka kalah cepat, mereka tetap berenang menuju ke roti2 yang aku tebarkan, dari satu roti yang aku lemparkan mereka berlomba dengan ikan, yang pasti mereka selalu kalah saat itu.
Karena usahanya itu aku malah semangat berusaha mengarahkan roti-roti ke arah kura2 tersebut tapi selalu ikan ikan lebih cepat, tetapi si kura-kura pun tetap saja berusaha mengambil roti2 itu, dan akhirnya aku kumpalkan beberapa roti kecil-kecil dan cukup banyak, baru aku lemparkan sehingga menurutku setidaknya si kura-kura bisa dapat satu untalan roti tersebut, percobaan pertama tetap ikan menang lalu aku buat semakin banyak, dan kali ini karena banyak roti dan aku arahkan ke kepala si kura2, walau ikan banyak berebut, akhirnya dia berhasil dapat satu roti dan dan itu menjadi perhatian tersendiri buatku.
Ternyata setelah aku berhenti sebentar, beberapa orang datang membawa roti dan melakukan hal yang sama, mereka juga tertarik dengan si kura2 ini dan melakukan yang aku lakukan, sehingga si kura-kura walau kalah cepat tetapi akhirnya bisa menikmati beberapa roti, dan juga yang membuat aku salut adalah mereka tidak pernah menyerah, walau kalah cepat mereka selalu berusaha berenang mendekati roti dan kadang di akhir saat akan memakan roti itu, ikan2 lebih dahulu mengambilnya.


Kura-kura itu membarikanku pelajaran hidup, sebetulnya saat ini aku masih dalam tahap kebingungan akan kelanjutan pekerjaanku, dan aku ingin seperti kura-kura yang tidak pernah menyerah selalu terus berusaha, persaingan selalu ada, tetapi kura-kura pun tidak menggigit si ikan2 itu walau mereka mampu untuk melakukannya karena mulut yang lumayan tajam, dan mereka pun terus berusaha menunggu pasti ada saatnya rejeki itu datang ke mereka. Ternyata apa yang aku lakukan, aku mengarahkan roti2 itu ke kura-kura, karena aku tertarik dengan kegigihan si kura2 mengejar roti2 itu, semangat pantang menyerah. Walau sekarang kelanjutan pekerjaanku belum menentu, dan juga masa-masa krisis ekonomi yang melanda dunia ini, aku mau mengikuti si kura2 ini tidak menyerah dan percaya kalau Sang Pencipta akan memberikan jalan yang terbaik, seperti si kura-kura akhirnya bisa mendapatkan si roti.
Terima kasih kura-kura untuk pelajaran hidup yang kau berikan...

